Desa Sade / Rambitan

Print PDF

desasadeDesa Sade berada di pinggir jalan dari Kota Mataram menuju Praya, ibukota Lombok Tengah.

Jarak dari kota Mataram kurang lebih 20 kilometer atau setengah jam perjalanan dengan mobil. Bagi wisatawan yang hendak ke sana bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Mataram menuju Praya. Cukup banyak angkutan umum di sini.

Desa Sade yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dihuni 152 kepala keluarga (KK) dan jumlah keluarga sekitar 700 orang. Seluruh kepala keluarga di desa tersebut mempunyai mata pencaharian petani. Sedangkan kaum wanitanya memiliki pekerjaan sampingan menenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Pekerjaan menenun merupakan pekerjaan sambilan kaum wanita di sini, setelah selesai dengan pekerjaan di sawah. Hasil tenunan ini kemudian dikumpulkan untuk dijual di art shop koperasi.

Hasil tenunan warga Sade berupa taplak meja, kain sarung, kain sal, kain songket, selendang dan lain-lain. Tenunan tersebut dipajang di emperan-emperan rumah mereka atau di gasebo yang ada di sekitar rumah. Sedangkan para wisatawan bisa berkeliling menyusuri lorong kecil dari rumah ke rumah warga Sade.

Harga kain tenunan yang dijual di Desa Sade berharga antara Rp 50-200 ribu. Hasil penjualan dibagi setiap bulan sekali. Setiap anggota koperasi bisa mendapatkan antara Rp 100-150 ribu per bulan. Besar kecilnya penghasilan tergantung dari ramai tidaknya wisatawan yang datang ke sini.

Dalam menjual hasil tenunan antara art shop yang satu dengan yang lain sudah mempunyai patokan. Sehingga barang yang sama tidak jauh berbeda harganya.

Kerukunan juga terjadi pada diantara pemandu wisata yang jumlahnya 12 orang. Mereka memandu para wisatawan yang datang ke Desa Sade dengan imbalan seikhlasnya dari wisatawan yang dipandunya.

Kemudian uang hasil memandu dikumpulkan menjadi satu kepada koordinator dan dibagi setiap sore hari. Masedi mengaku setiap harinya bisa mengantongi uang hasil memandu wisatawan sebesar Rp 100-150 ribu.

Selain melihat hasil tenunan, wisatawan juga bisa melihat tentang rumah adat suku Sasak yang disebut Bale Tani. Rumah adat ini terbuat dari kayu, bambu dan daun rumbia sebagai atapnya.

Bale Tani ini terdiri dari dua bagian yaitu emperan dan ruang dalam. Ruangan ini dipisahkan dengan pintu yang cukup kuat. Emperan tempat bapak, ibu dan anak laki-laki tidur. Sedangkan ruang dalam dipergunakan untuk anak gadis dan ibu melahirkan.Emperan ini dibuat tinggi di atas lutut orang dewasa. Kemudian ruang dalam dihubungkan dengan tiga trap untuk menuju pintu masuk. Di emperan ada tempat tidur dan tikar sebagai alas tidur.

Bale Tani yang masih asli, lantainya terbuat dari tanah liat. Setiap seminggu sekali lantai tersebut diolesi dengan kotoran sapi atau kerbau. Maksudnya agar nyamuk tidak suka berada di rumah tersebut selain dipercaya untuk menghilangkan serangan-serangan magis yang ditujukan kepada penghuni rumah tersebut.

Desa Sade juga mempunyai adat menanam batu nisan bagi orang yang sudah meninggal. Penanaman batu nisan dilakukan seminggu kemudian dengan mengadakan 'selamatan.' Dengan mengundang tetangga lalu membacakan ayat-ayat Alquran sampai Subuh.

Add comment

Bagaimanakah menurut anda hotel atau obyek wisata ini?
Silahkan beri komentar atau ceritakan pengalaman anda dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kata-kata yang tidak sopan, mengandung unsur SARA akan terpaksa kami hapus. Terima kasih.


Silahkan login di sini



Rekomendasi Hotel

Tugu Hotel, Malang

Tugu Malang terletak di jantung Kota Malang tua, berhadapan dengan monumen perjuangan kemerdekaan In...

more
Toraja Heritage Hotel, Toraja

Semula nama hotel ini adalah Novotel, hotel terbagus di Tana Toraja sekarang lebih dikenal dengan na...

more
Ijen Eco-Resort and Villa

Ijen Eco-Resort and Villas adalah satu-satunya luxury hotel yang berlokasi tidak jauh dari kawasan K...

more

Tips berwisata

Sewa Bus Pariwisata

Sewa Mobil