Riung
Taman Wisata Alam Riung yang terletak di pantai utara Pulau Flores memiliki potensi yang sangat besar sebagai sebuah objek ekowisata. Dan hingga saat ini Riung masih sangat alami tanpa banyak fasilitas-fasilitas buatan penunjang pariwisata. Oleh sebab itu, wisatawan minat khususlah yang menjadi sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Riung.
Setelah ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak tahun 1983, perhatian pemerintah dan LSM seperti WWF (World Wild Fund) lebih terfokus pada pelestarian taman laut pulau 17 Riung sehingga kawasan konservasi daratan manusia hidup kurang memperoleh perhatian.
Taman Laut Riung rata-rata dikunjungi oleh 3000-4000 wisatawan asing dengan masa tinggal 2 malam pertahunnya. Para wisatawan yang datang ke sana umumnya dari arah Timur Flores (Maumere) lalu dengan kendaraan roda empat yang dicarter melintasi jalan darat.
Untuk masuk ke Taman Wisata Laut pulau 17 para wisatawan menyewa perahu nelayan tradisional untuk berwisata snorkeling dan wisata selam.
Keindahan alam bawah laut Riung, tidak kalah dengan taman-taman laut lainnya di Indonesia. Saat ini taman wisata alam Riung diawasi dan dibawahi oleh Departemen Kehutanan.
Para wisatawan yang menghabiskan waktu satu hari penuh di Taman Laut Riung, umumnya kembali ke daratan pada sore hari dan keesokan harinya mereka mengunjungi beberapa objek wisata yang terdapat di darat seperti biawak raksasa Komodo, gendang yang terbuat dari kulit manusia di kampung Riung, seni budaya dari belasan suku-suku di Riung, gua-gua alam dan keanekaragaman hayati yang terletak pada lereng-lereng bukit di bagian bumi yang tua dengan panorama menakjubkan.
Rekomendasi Hotel

Grand Swiss Bel-hotel dengan desainnya yang kontemporer ini juga memberikan nuansa dan setting moder...

Semua kamar di Novotel Solo memiliki ruangan bebas rokok, penyejuk udara, koran harian, film in-hous...

Crowne Plaza Jakarta adalah sebuah "global business hotel" yang sangat memahami dan mengerti kebutuh...


